My Future

Wednesday, January 25, 2012

Takdir

Menggebunya semangat tak akan mampu menerobos benteng takdir. (AL Hikam 3)

Pertemuan antara kehendakmu dan kehendakNya bagaikan angin yang membatasi busur panahmu dengan sasaran. Meskipun perhitunganmu sangat akurat, bisa saja angin “membelokkan” busurmu ke arah yang lain.

Tugasmu hanyalah memfokuskan perhatianmu pada sasaran, mempersiapkan segala kemungkinan untuk berhasil “membidik” tepat sasaran. Selanjutnya, biarkan ketentuan-Nya yang bermain (QS 39:38).

Karena sejujurnya kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat busur melesat dan mengarah ke sasaran. Berbelokkah atau tetap lurus?

Baca selengkapnya...

Sunday, December 25, 2011

Turut campur

Istirahatkan dirimu dari ikut mengatur [urusanmu]. Sebab apa yang telah diurus untukmu oleh selainmu tak perlu lagi kau turut mengurusnya. (Al-Hikam 4).

Ini kebiasaan unik manusia pada umumnya. Meskipun sudah “mewakilkan” urusan kita pada orang lain, kita terus mencampuri dan melibatkan diri. Inilah yang menyebabkan kita selalu kelelahan dalam hidup ini.

Sebab, kita tidak pernah istirahat dari hal-hal yang sesungguhnya sudah diurus orang lain. Begitupun, kita sangat sering “meragukan” kekuasaan Allah atas apa yang sesungguhnya telah diurus oleh-Nya (QS 65:3).

Karena itu, alih alih kita damai menjalani kehidupan ini, kita malah makin tertekan.

Baca selengkapnya...

Wednesday, May 25, 2011

Menentukan mana yang penting.

Kesungguhanmu meraih apa yang telah dijamin untukmu dan kelalaianmu mengerjakan apa yang dituntut darimu merupakan bukti padamnya mata hati. (AL hikam 5)

Hidup orang yang beriman mengalir bersama-Nya (QS 16:99). Karena Dialah Zat Yang Maha Pemberi. Jadi, tidak sepantasnya kita menjalani hidup dengan penuh ketegangan.

Sebab, ketegangan dan rasa tertekan itulah yang sering menjadikan kita mengejar kebutuhan duniawi dan melupakan kepentingan ukhrawi.

Kita ibarat orang yang berjuang menggapai kebahagiaan “sesaat” untuk penderitaan “seabad”. Kita membutakan diri dari penghambaan kepada-Nya dan jatuh pada penghambaan pada dunia.

Baca selengkapnya...

Monday, April 25, 2011

Pasrah

Istirahatkan dirimu dari ikut mengatur [urusanmu]. Sebab apa yang telah diurus untukmu oleh selainmu tak perlu lagi kau turut mengurusnya. (Al-Hikam 4).

Ini kebiasaan unik manusia pada umumnya. Meskipun sudah “mewakilkan” urusan kita pada orang lain, kita terus mencampuri dan melibatkan diri. Inilah yang menyebabkan kita selalu kelelahan dalam hidup ini.

Sebab, kita tidak pernah istirahat dari hal-hal yang sesungguhnya sudah diurus orang lain. Begitupun, kita sangat sering “meragukan” kekuasaan Allah atas apa yang sesungguhnya telah diurus oleh-Nya (QS 65:3).

Karena itu, alih alih kita damai menjalani kehidupan ini, kita malah makin tertekan.

Baca selengkapnya...

Friday, March 25, 2011

Takdir dan busur panah

Menggebunya semangat tak akan mampu menerobos benteng takdir. (AL Hikam 3)

Pertemuan antara kehendakmu dan kehendakNya bagaikan angin yang membatasi busur panahmu dengan sasaran. Meskipun perhitunganmu sangat akurat, bisa saja angin “membelokkan” busurmu ke arah yang lain.

Tugasmu hanyalah memfokuskan perhatianmu pada sasaran, mempersiapkan segala kemungkinan untuk berhasil “membidik” tepat sasaran. Selanjutnya, biarkan ketentuan-Nya yang bermain (QS 39:38).

Karena sejujurnya kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi saat busur melesat dan mengarah ke sasaran.

Berbelokkah atau tetap lurus?

Baca selengkapnya...

Friday, February 25, 2011

Menjadi Khalifah


“Keinginanmu untuk melulu beribadah padahal Allah masih menempatkanmu pada posisi harus berusaha (mencari nafkah) termasuk syahwat yang samar. Sebaliknya, keinginanmu untuk berusaha padahal Allah telah menempatkanmu pada posisi melulu beribadah merupakan bentuk penurunan semangat dari tekad yang tinggi.” (Al Hikam No 2)

Allah telah menentukan peran unik setiap kita dalam hidup. Dengan hiasan karakter dasar yang mengiringinya. Untuk yang satu ini, kita sebaiknya bersikap menerima (QS 28: 68).

Tentu, tidaklah mudah untuk belajar menjalani “peran bawaan” ini, menjadi “Khalifah di bumi”, dalam bagiannya masing-masing. Karena itu, kita mesti menerima dengan wajar perbedaan peran satu sama lain.

Biarkanlah ada diantara kita yang “memperkenalkan” diri kepada khalayak ramai untuk membawa mereka kepada kesejahteraan hidup. Biarkan juga diantara kita ada yang tetap “tersembunyi” untuk menjaga keseimbangan hidup.

Dalam bahasa awam, kita boleh beraktivitas di dunia formal maupun informal, memperoleh profit ataupun benefit, sepanjang tidak melupakan keterkaitan kita dengan Allah.

Dengan begitu, kita akan lebih mudah menerima kenyataan bersama-Nya.

Baca selengkapnya...

Wednesday, January 26, 2011

Melibatkan Allah.




“Termasuk tanda pengandalan pada amal ialah berkurangnya harapan ketika ada kesalahan.” (Al-Hikam No 1)

Tidaklah mudah melepaskan keterikatan hati pada apa yang kita kerjakan. Kita bahkan sering memenuhi pikiran dan perasaan kita dengannya. Bukan hanya saat mengerjakan, tetapi terlebih sesudahnya.

Tentu ini karena kita ingin sempurna melewati semua proses kerja(amal) hingga akhir. Akhirnya, tanpa kita sadari, kita lupa menempatkan Allah dalam perbuatan dan tindakan kita (Q.53:24-25).

Padahal, kita mestinya “melibatkan”-Nya sejak awal agar apapun hasilnya tidak mengubah kedudukan kita disisiNya. Maka, bekerja keraslah sembari tetap beribadah. Beribadahlah dengan benar dan ikhlas maka bekerjapun menjadi lepas. Bila tergoda, senantiasa luruskan niat.

Baca selengkapnya...